Jusuf Kalla Optimis Partisipasi Pemilih pada Pemilu 2019 Mencapai di Atas 75 Persen
![]() |
| Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berbincang dengan Duta Besar Palestina Zuhair Al-Shun di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (28/2/2019). Pertemuan ini membahas mengenai penghapusan tarif bea masuk untuk beberapa komoditas asal Palestina. pemerintah sepakat memberikan pembebasan tarif untuk dua komoditas asal Palestina, yakni produk kurma dan minyak zaitun. | AKURAT.CO/Sopian |
Wakil Presiden Jusuf Kalla optimis bahwa jumlah partisipasi pemilih pada pemilu 17 April mendatang akan mencapai di atas 75 persen, agar menjadi lebih baik dibandingkan PIlpres 2014.
"Memang rata-rata yang pergi ke TPS itu hanya (sekitar) 70 persen dari sekian kali pemilu. Tapi saya kira, karena ini kelihatannya pemilu menarik, saya kira pada akhirnya (partisipasi) akan di atas 75 persen," kata JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (9/4/2019).
Terkait masih adanya pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) dan pemilih yang masih bisa mengubah pilihannya (swing voters), JK mengatakan masih ada sisa enam hari kampanye dan debat capres terakhir untuk menarik suara mereka.
"Saya kira nanti pada waktunya dia 'decided' dengan pengaruh kampanye, pengaruh debat nanti pada tanggal 13 itu, biasanya mereka akan menentukan itu," tambahnya.
Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia satu bulan jelang pemungutan suara, terdapat angka "swing voters" sebesar 16,9 persen dan "undecided voters" sebanyak 7,2 persen.
Tingkat partisipasi pemilih pada dua pilpres terakhir berkisar di angka 70 persen. Pada Pilpres 2009 partisipasi pemilih hanya 71,7 persen sedangkan pada Pilpres 2014 partisipasi pemilih turun menjadi 69,8 persen.
Sumber:Akurat.co

Komentar
Posting Komentar