Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Ikuti Tips Agar Beradaptasi Lebih Mudah, Saat Pindah Rumah

Gambar
Ilustrasi orang pindahan  | BOLDSKY.COM  Perubahan tidak bisa dihindari dan itu pasti terjadi. Pindah kota tinggal, sekolah, kampus, atau tempat kerja yang baru adalah semua tentang pengalaman baru dan tentu saja Anda harus membuat perubahan tertentu dalam hidup. Tidak mudah untuk bergerak dan menyesuaikan diri dalam lingkungan yang benar-benar baru karena itu menuntut Anda untuk keluar dari zona nyaman. Kadang-kadang perubahan itu bisa baik, tetapi bagi sebagian orang, itu bisa agak mendadak dan dengan demikian, dapat mempengaruhi kehidupan mereka secara negatif.  Juga, Anda mungkin mengalami beberapa kesulitan dalam membiasakan diri dengan perubahan baru di sekitar. Bangunlah Rutinitas Baru Ketika Anda berada di lingkungan baru, mungkin harus menyesuaikan diri dengan lingkungan tersebut dan Anda mungkin tidak merasa baik dan bahagia. Anda akan dikelilingi oleh nostalgia.  Mungkin hal-hal aneh bagi Anda. Tetapi saatnya akan tiba ketika Anda...

Hati-hati Orang yang Jalannya Lambat Lebih Rentan Sakit Ketika Tua

Gambar
google.com    Penelitian ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Duke University. Dalam penelitian ini juga menunjukan, berjalan lambat berisiko terkena Penyakit seperti Alzheimer, yang terbukti lebih besar dibanding orang yang berjalan dengan tempo cepat. Para peneliti menemukan, orang berusia 45 tahun yang berjalan lambat memiliki otak dan badan yang lebih cepat tua. Paru-paru, gigi, dan sistem imun mereka juga berada dalam kondisi yang lebih buruk, dibanding orang yang berjalan dalam tempo cepat. “Masalahnya adalah, hal itu terjadi pada orang berusia 45 tahun. Bukan seseorang yang sudah tua dan indikasi tua yang sebenarnya, masih bisa produktif,” kata kepala peneliti Line JH Rasmussen. Tim peneliti mengatakan bahwa mereka bisa memprediksi secepat apa seseorang berjalan hanya berdasarkan pengamatan terhadap otak pada usia tiga tahun. Hal itu bisa dilihat dari IQ, kemampuan untuk mengerti bahasa, kemampuan bergerak, dan kontrol emosi. Semua hal itu ...

Program Mudik Bareng BNI Sukses Berangkatkan Ratusan Pemudik

Gambar
 Direktur Utama BNI, Achamd Baiquni mengatakan dengan diadakannya kembali Program Mudik Bareng BNI tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dikatakan berbeda oleh Achmad Baiquni karena target tahun ini menargetkan untuk kalangan difabel. "Secara khsusus tahun ini kita berangkatkan difabel, baru tahun ini. Alasannya, kami melihat bahwasanya kepada warga ini perlu kita berikan alokasi, kita merekrut pegawai juga ada difabel," tutur Baiquni saat ditemui di GBK, Sabtu (1/6/2019). Untuk saat ini Baiquni membeberkan sudah sebanyak 250 orang difabel yang sudah berhasil untuk diberangkatkan ke kampung halaman. Rata-rata kampung yang dituju para difabel ini adalah tujuan Jawa Tengah seperti Solo dan Yogyakarta. Keberhasilan BNI untuk bisa memberangkatkan para kalangan difabel ini dengan dilakukannya system jemput bola yang pelaksanaan programnya dengan bekerjasama dengan berbagai yayasan. "Difabel ini ada macam-macam, ada dari tuna rungu, tidak netra, ...

Bela Istri dan Karier Mantan Dandim, Musni Umar Kena 'Tampar' Profesor USU

Gambar
Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar  | AKURAT.CO/Maidian Reviani   Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Yusuf Leonard Henuk menyebut Sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Prof. Musni Umar, seorang yang berani menunjukkan kebodohannya di publik. Ini lantaran cuitan Musni Umar yang menyebutkan bahwa Mantan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1417 Kendari, Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi, mempunyai istri yang hebat dan kepekaan yang tinggi. Dia pun menyebut bahwa karir Hendi Suhendi akan baik-baik saja. "Dandim Kendari Kol. HS yang dicopot dari jabatannya, akan dikenang 1) karena Kendari Kampung halaman saya. 2) Kolonel punya istri yang hebat memiliki kepekaan yang tinggi dan keberanian. 3) Peristiwa tersebut tidak merusak karir Kolonel malah bisa sebaliknya. Aamin," celoteh @musniumar yang dipantau Akurat.co, Minggu (13/10/2019). Yusuf Leonard Henuk pun langsung berkomentar dengan keras pada pernya...

Agus Mulyana Mengisi Kekosongan Bangku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko

Gambar
 JAKARTA -  Dalam RUPSLB, pemegang saham juga menyetujui perubahan pengurus Perseroan yaitu memberhentikan dengan hormat Ahmad Irfan selaku Direktur Utama  Bank BJB  terhitung sejak ditutupnya Rapat dan Pemberhentian Agus Gunawan selaku Direktur Komersial dan UMKM  Bank BJB  yang wafat pada tanggal 9 November 2018 yang kemudian digantikan oleh Agus Mulyana selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko  Bank BJB. Agus Mulyana  selaku Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) kali ini ditunjuk menjadi pelaksana tugas (plt) Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Agus Mulyana  kali ini mengisi kekosongan dimana sebelumnya, posisi tersebut diisi oleh Ahmad Irfan. “Dirut baru hasil fit and proper test akan dilantik Maret (2019) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Tetapi sesuai ketentuan OJK, posisi dirut tidak boleh kosong. Jadi ada ra...