Warga Antusias Ikuti Tradisi Tawurji di Keraton Kanoman Cirebon
![]() |
| Puluhan masyarakat sekitar Keraton Kanoman Cirebon rela berdesakan demi mendapat koin yang disawerkan keraton. | AKURAT.CO/Roen Najib |
Puluhan masyarakat sekitar Keraton Kanoman Cirebon rela berdesakan demi mendapat koin yang disawerkan keraton.
Mereka berburu ribuan uang koin yang akan dibagikan oleh Keraton Kanoman Cirebon dalam tradisi tawurji. Sultan Kanoman XII Sultan Raja Muhammad Emiruddin keluar dari kediamannya di Kaputren dengan membawa sekotak uang koin yang sudah didoakan.
Warga rela menunggu tradisi tawurji sejak Rabu (7/11) siang. Sore hari, warga yang sudah menunggu rebutan memburu uang tersebut untuk berburu berkah.
"Ini pertama kali padahal setiap tahun datang hanya lihat tradisinya. Sekarang ikutan rasanya senang mas," salah seorang warga, Amrin.
Dia mengaku senang mengikuti tradisi tawruji dan ngapem di Keraton Kanoman Cirebon. Dia menyeburkan uang koin yang didapatkannya dari hasil saweran Rp15 ribu. Dirinya pun tidak mempermasalahkan jumlah uangnya, tetapi dia ingin mendapatkan berkah.
"Tahun ini lebih rame dari sebelumnya. Saya tidak mencari uangnya, tetapi mencari berkahanya atau ngalap berkah," ungkapnya.
Sementara itu, Juru Bicara Ratu Raja Arimbi Nurtina menjelaskan tradisi tawurji sudah berlangsung ratusan tahun lalu sejak era Wali Songo. Tawurji selalu dihelat bersamaan dengan tradisi ngapem sebagai bentuk sedekah kepada warga.
Dia mengatakan, tradisi ini rutin digelar setiap hari Rebo Wekasan atau hari Rabu terakhir di Bulan Safar. Pada Rebo Wekasan dipercaya mempunyai nilai kekeramatan dan kepercayaan akan turunnya ribuan musibah.
"Tradisi tawurji dan ngapem dilakukan sebagai shodaqoh keluarga Keraton Kanoman Cirebon sebagai bentuk upaya menolak segala jenis mara bahaya atau musibah," jelasnya.
Pada tahun ini Keraton Kanoman menyiapkan uang koin dengan total Rp 5 juta dengan pecahan Rp500 dan Rp1.000, sedangkan untuk kue apem sebanyak 1.600 buah.[]
SUMBER : AKURAT.co
EDITOR : Achmad

Komentar
Posting Komentar